loading...

Selama ini ternyata rakyat Jakarta ditipu janji surga dan janji palsu Anies. Janji tidak gusur, tapi tetap gusur. Janji vertical drainage, malah bikin Jakarta kebanjiran. Janji mau OK OCE, malah jadi hanya ocehan. Janji mau benahi Jakarta, malah hancurkan Jakarta. Tapi setidaknya, Anies makin mirip Ahok, di dalam ketidakmampuan Anies setia kepada janji-janjinya.
Ahok selama memimpin DKI Jakarta, memiliki sebuah ketegasan. Ahok ini orang yang tahu lurus, jalan lurus dan bicara juga lurus.
Terkadang cara komunikasi Ahok ini tidak disukai oleh banyak pegawainya, bahkan warga. Cara komunikasi Ahok ini menjadi kesulitannya tersendiri. Tapi dirinya ada kemampuan dan kelebihan dalam mengurus Jakarta.
Kejeniusan Ahok ini benar-benar teruji ketika ia dalam waktu kurang dari 3 tahun, sudah bisa mengubah wajah Jakarta yang buruk, menjadi baik. Ahok ini orang yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan amanah. Orang ini menjalankan kebaikan-kebaikan yang luar biasa.
Ahok membangun banyak hal. Ia membangun infrastruktur. Ia membuat Simpang Susun Semanggi dan beberapa jalan yang diperuntukan bagi jalur Trans Jakarta. Ia juga membangun pedestrian di berbagai tempat. Ahok itu memikirkan orang kecil.
Ahok membangun rusun sewa untuk mereka yang mendapatkan dampak relokasi, karena pelebaran jalur inspeksi di pinggir kali Ciliwung. Beberapa tahap ia kerjakan dengan baik dan dengan tangan dingin.
Terkadang, ia mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Ormas-ormas tidak suka dengan Ahok. Karena ormas-ormas dibuat kelaparan dan tidak dapat jatah. Ada sih jatah, tapi ya sedikit dan tidak mengenyangkan.
Basuki Tjahaja Purnama, begitu nama KTP nya, menjadi orang yang memberikan dirinya untuk Jakarta. Kemacetan dihilangkan. Banjir dibuat begitu cepat surut.
Pompa dibuat di berbagai tempat. Bukan mengandalkan koar-koar dan mulut seperti Anies Baswedan ini. Kasihan sekali Ahok, harus dipenjara karena kebaikannya.
Ahok memikirkan banyak hal, termasuk urusan pembuangan sampah. Bekerjasama dengan Bekasi, TSPT Bantar Gebang pun dipinjamkan kepada DKI Jakarta. Tempat pembuangan akhir itu, adalah bukti bahwa Ahok itu adalah sosok rekonsiliasi dan sosok perangkul. Ahok ini mampu bekerjasama dengan baik.
Meski Anies punya mulut yang katanya tertata, ia terbukti tidak bisa kerjasama dengan orang lain. Meski keras, ia memiliki hati yang lembut. Ia memiliki keperdulian yang luar biasa kepada setiap orang. Ahok benar-benar memikirkan rakyat.
Ketegasan dari Ahok benar-benar didasari dari hati yang mau melayani. Sedangkan kesantunan Anies muncul dari hasratnya berkuasa dan mendungu-dungukan warga Jakarta.
Buktinya, ada rumah yang tidak memiliki IMB, longsor, dan malah dibongkar. Ya itu betul. Anies mengikuti cara Ahok. Cara Ahok itu sebenarnya sederhana. Sesederhana “menjalankan dan taat peraturan”.
Anies sudah tidak bisa berkoar lebih banyak. Mau tidak mau, ia dipaksa untuk mengikuti cara Ahok yang sudah terbukti efektif. Ahok terbukti benar. Masak butuh dua tahun dipenjara, agar Anies bisa belajar dari Ahok? Tidak juga kan?
Anies ini terlihat begitu lamban dalam mengikuti Ahok. Padahal dia itu Ph.D. yang benar-benar lulus dari Amerika. Bukan bohong-bohong seperti kasus hoax Ratna Sarumpaet. Ia terlihat begitu dungu. Untuk urusan beginian saja lambat.
Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, adalah sosok yang benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Sosok revolusioner, visioner dan tetap menatap kedepan, adalah ciri khas yang ia pertontonkan di Jakarta ini.
Ahok menjadi guru bagi Anies, manusia yang terlalu banyak bicara. Kasihan mau sampai kapan Anies dapat karma yang buruk karena ulah pendukungnya yang tidak jelas itu? Menolak mensolatkan jenasah pendukung penista agama. Begitulah di spanduk-spanduk.
Penulis terkadang merasa miris dengan keadaan di Jakarta. Meski sudah lama penulis angkat pantat dari Jakarta, penulis masih ada simpati kepada warga Jakarta yang kebanyakan mudah dibodoh-bodohi itu.
Selamat tinggal terus di Jakarta. Selamat bagi warga susah yang disekap oleh banjir dan kemacetan. Sungguh miris sekali hidup kalian. Tapi setidaknya, Anies itu mulai menjalankan kebijakan-kebijakan Ahok. Terima kasihlah kepada Ahok.
Tapi jangan sampai Indonesia jadi hancur sehancur Jakarta seperti ini. Pilihlah Jokowi.
0 Response to "Anies Makin Mirip Ahok"
Posting Komentar